Woohoo, akhirnya implan koklea Ubii di switch on juga. Saya bingung mau cerita dari mana nih. Mungkin dari when and where nya dulu saja yah. Switch on implan koklea Ubii ini dilakukan pada Jumat, 26 Juni 2015 di Poli THT bagian Otologi RSCM. Tim yang membantu adalah dr. Mira, Sp.THT dari RSCM serta Mba Marsha dan Mba Restu dari hearing center yang menyediakan implan koklea pilihan kami.
Mungkin kali ini saya menuliskan ceritanya dengan format questions and answers saja yah. Sekali-sekali lah, biar nggak bosan. Hehehe. Lagipula, ada beberapa pertanyaan yang cukup sering ditanyakan ke saya terkait ini. Ceritanya FAQ (Frequently Asked Questions) gitu deh. Yesyuk.
Q: Switch on itu apa dan ngapain?
A: Gampangnya, alat mendengar Ubii ini dinyalakan, di-ON-kan. Baru setelah switch on ini, Ubii mulai diharapkan untuk bisa menangkap suara. Jadi, kemarin pasca operasi itu, Ubii BELUM langsung bisa mendengar karena alatnya belum di switch on. Switch on nya melalui sebuah program yang ada di dalam laptop dr. Mira. Di program itu deh disetel-setel nya. Lebih lanjut tentang teknis, googling sendiri aja yah. Hahaha.
Q: Kenapa baru tanggal 26 Juni 2015 switch on nya? Nggak langsung abis operasi selesai?
A: Karena harus menunggu luka dalam kering dulu dengan baik. 2 minggu dinilai sudah cukup untuk dilakukan switch on implan koklea Ubii.
Q: Lha kok Ubii masih pakai alat yang menempel di kepalanya gitu? Bukannya alatnya sudah ditanam?
A: Operasi penanaman implan koklea BUKAN berarti alatnya hanya yang ditanam saja lalu selesai. Yang ditanam itu 'hanya' internal device nya yang mencakup elektroda yang ditanam memutari rumah siput Ubii. Nah, yang dipakai di luar itu adalah external device nya yang mencakup headpiece yang menangkap suara, prosesor, dan baterai. Untuk lebih jelasnya, coba lihat gambar ini ya:
Q: Kok yang bunder-bunder itu bisa nempel di kepala Ubii?
A: Itu namanya headpiece. Iya, bisa nempel karena ada magnet nya. Internal device yang ditanam di dalam kepala Ubii itu juga mengandung magnet. Ubii jadi gadis robot. Bahahaha. Tapi, besok kalau ketemu Ubii, jangan iseng nempel magnet kulkas ke kepala nya yak >.<
Q: Jadi, kan alatnya sudah di switch on nih. Berarti Ubii sudah bisa mendengar dong? Sudah bisa dengar suara Mami Papi dan sekitarnya? Jadi Ubii bakal bisa bicara dong?
A: Wait, it's NOT that simple. Coba kita berandai-andai. Kita yang belum pernah nonton konser suatu saat diajak teman nonton konser band favorit dia. Sementara kita nggak tau band tersebut dan belum pernah sama sekali dengar lagunya. Bisa membayangkan kan konser itu hiruk pikuk hingar bingar nya kayak apa? Nah, apa kita akan langsung bisa menikmati konser itu? Nggak mungkin. First of all, kita belum pernah nonton konser sama sekali, belum pernah dengar musik sekencang musik konser. Pasti awalnya kita merasa, "Aduh, gile ini berisik banget sih?!" Sehingga kita pasti butuh waktu untuk menyesuaikan diri terhadap musik yang super loud itu. Secondly, kita nggak tau itu band apa dan belum pernah dengar lagunya. Pasti butuh waktu juga untuk sejenak mendengarkan lagunya, mencari enaknya apa sih dari lagu tersebut, dan kemudian baru bisa menikmatinya.
Maaf kalau analogi saya kurang tepat yah. Nggak nemu analogi lain. Bahahaha. Saya harap itu cukup menjelaskan apa yang dihadapi Ubii dan menjadi PR untuk kami. First of all, Ubii sudah 3 tahun. 3 tahun itu nggak sebentar. 3 tahun Ubii nggak mendengar. Pernah sih pakai hearing aids, tapi toh nyatanya Ubii nggak terlalu merespons. Lalu tiba-tiba Ubii mendengar, kaget kan pasti. Secondly, Ubii usia biologisnya memang 3 tahun, tapi usia mendengar dengan implan koklea nya? Baru 1 minggu. Jadi, don't expect her to have listening and speaking skill kayak anak 3 tahun lainnya. Bisa bayangin newborn baby yang baru 1 minggu usianya? Nah, itu lebih pas untuk dibuat perbandingan. Next, sesuatu selalu butuh proses. Begitu pun dengan berkomunikasi. Ubii perlu melewati beberapa tahapan dulu. Ia perlu menyadari adanya suara. Ia perlu menyadari bahwa suara yang ia dengar itu perlu diberi respons. Ketika Ubii sudah menyadari itu, baru mungkiiiinnnn saya bisa meningkatkan level ekspektasi saya padanya. Tapi, itu nantiiiii, butuh waktu, latihan, dan terapi. Dan tentu saja butuh doa. Mohon doakan Ubii ya... :))
Q: Jadi, singkatnya, Ubii itu pasti bakal bisa bicara nggak sih setelah pakai implan koklea?
A: Nggak pernah ada yang bisa menjamin. Saya, dokter, dan tim dari hearing center bukan Tuhan. Kami cuma bisa berusaha semaksimal mungkin. Dan, saya juga nggak boleh lupa bahwa Ubii punya disabilitas intelektual yang disebabkan oleh pengapuran yang ada di otaknya, dan itu nggak sedikit area yang terkena pengapuran. Banyak (kata dokter). Jadi, Ubii akan butuh waktu ekstra untuk mempelajari sesuatu, termasuk belajar mendengar. Ketika suara diubah menjadi stimulasi elektrik yang dihantarkan ke otaknya oleh implan koklea, otak Ubii juga perlu bekerja sama untuk mengidentifikasi suara tersebut, men-decode, dan memprosesnya. Saat otaknya pun bermasalah, tentu saya perlu tau diri untuk meletakkan ekspektasi kan..? :'))
Q: Kalau belum tentu bisa berhasil, kenapa mau mengusahakan implan koklea?
A: Untuk biaya yang nggak sedikit ini, Ubii dibantu sekali oleh eyang-eyang nya. So, maybe let's just simply call it grandpa and grandma's love.. Untuk 'pengorbanan' yang lain memang nggak gampang. Adit harus resign dari kantornya di Jogja -yang padahal saya tau Adit nyaman banget kerja di sana. Pindahan ke kota besar padahal saya nggak suka kemacetan kayak gini. Ribet cari dokter dan terapis baru di kota baru (yang harganya 2x lipat). Dan yang paling bikin saya merasa campur aduk -antara capek, guilty, emosian- karena saya capek-capek begini saat hamil Aditson (nggak dipanggil Utun lagi berhubung udah pasti cowok - sekilas info). Rasanya kayak nggak adil buat Aditson. Nggak jarang telat makan karena masih di RS. Nggak jarang perut kenceng banget karena capek gendongin Ubii. Tapi, kalau ditanya 'kenapa' mungkin ini jawabannya, mengutip sedikit penggalan lagu The Spirit Carries On - Dream Theater:
Ini video Ubii saat alatnya yang kiri di switch on (switch on nya satu-satu biar nggak kaget-kaget amat). Versi lebih lengkap dari yang pernah saya upload di Instagram karena di Instagram kan cuman 15 detik. By the way, follow Instagram saya yah: @grace.melia - HUAHAHAHA promosi diri sekelibat.
Yang putih nyantel di kaos Ubii ini terhubung dengan laptop yang berisi program untuk switch on dan mensetting alatnya |
Q: Kenapa baru tanggal 26 Juni 2015 switch on nya? Nggak langsung abis operasi selesai?
A: Karena harus menunggu luka dalam kering dulu dengan baik. 2 minggu dinilai sudah cukup untuk dilakukan switch on implan koklea Ubii.
Q: Lha kok Ubii masih pakai alat yang menempel di kepalanya gitu? Bukannya alatnya sudah ditanam?
A: Operasi penanaman implan koklea BUKAN berarti alatnya hanya yang ditanam saja lalu selesai. Yang ditanam itu 'hanya' internal device nya yang mencakup elektroda yang ditanam memutari rumah siput Ubii. Nah, yang dipakai di luar itu adalah external device nya yang mencakup headpiece yang menangkap suara, prosesor, dan baterai. Untuk lebih jelasnya, coba lihat gambar ini ya:
Kiri: external device - Kanan: internal device (yang ditanam) - Sumber |
Q: Kok yang bunder-bunder itu bisa nempel di kepala Ubii?
A: Itu namanya headpiece. Iya, bisa nempel karena ada magnet nya. Internal device yang ditanam di dalam kepala Ubii itu juga mengandung magnet. Ubii jadi gadis robot. Bahahaha. Tapi, besok kalau ketemu Ubii, jangan iseng nempel magnet kulkas ke kepala nya yak >.<
Q: Jadi, kan alatnya sudah di switch on nih. Berarti Ubii sudah bisa mendengar dong? Sudah bisa dengar suara Mami Papi dan sekitarnya? Jadi Ubii bakal bisa bicara dong?
A: Wait, it's NOT that simple. Coba kita berandai-andai. Kita yang belum pernah nonton konser suatu saat diajak teman nonton konser band favorit dia. Sementara kita nggak tau band tersebut dan belum pernah sama sekali dengar lagunya. Bisa membayangkan kan konser itu hiruk pikuk hingar bingar nya kayak apa? Nah, apa kita akan langsung bisa menikmati konser itu? Nggak mungkin. First of all, kita belum pernah nonton konser sama sekali, belum pernah dengar musik sekencang musik konser. Pasti awalnya kita merasa, "Aduh, gile ini berisik banget sih?!" Sehingga kita pasti butuh waktu untuk menyesuaikan diri terhadap musik yang super loud itu. Secondly, kita nggak tau itu band apa dan belum pernah dengar lagunya. Pasti butuh waktu juga untuk sejenak mendengarkan lagunya, mencari enaknya apa sih dari lagu tersebut, dan kemudian baru bisa menikmatinya.
Maaf kalau analogi saya kurang tepat yah. Nggak nemu analogi lain. Bahahaha. Saya harap itu cukup menjelaskan apa yang dihadapi Ubii dan menjadi PR untuk kami. First of all, Ubii sudah 3 tahun. 3 tahun itu nggak sebentar. 3 tahun Ubii nggak mendengar. Pernah sih pakai hearing aids, tapi toh nyatanya Ubii nggak terlalu merespons. Lalu tiba-tiba Ubii mendengar, kaget kan pasti. Secondly, Ubii usia biologisnya memang 3 tahun, tapi usia mendengar dengan implan koklea nya? Baru 1 minggu. Jadi, don't expect her to have listening and speaking skill kayak anak 3 tahun lainnya. Bisa bayangin newborn baby yang baru 1 minggu usianya? Nah, itu lebih pas untuk dibuat perbandingan. Next, sesuatu selalu butuh proses. Begitu pun dengan berkomunikasi. Ubii perlu melewati beberapa tahapan dulu. Ia perlu menyadari adanya suara. Ia perlu menyadari bahwa suara yang ia dengar itu perlu diberi respons. Ketika Ubii sudah menyadari itu, baru mungkiiiinnnn saya bisa meningkatkan level ekspektasi saya padanya. Tapi, itu nantiiiii, butuh waktu, latihan, dan terapi. Dan tentu saja butuh doa. Mohon doakan Ubii ya... :))
Q: Jadi, singkatnya, Ubii itu pasti bakal bisa bicara nggak sih setelah pakai implan koklea?
A: Nggak pernah ada yang bisa menjamin. Saya, dokter, dan tim dari hearing center bukan Tuhan. Kami cuma bisa berusaha semaksimal mungkin. Dan, saya juga nggak boleh lupa bahwa Ubii punya disabilitas intelektual yang disebabkan oleh pengapuran yang ada di otaknya, dan itu nggak sedikit area yang terkena pengapuran. Banyak (kata dokter). Jadi, Ubii akan butuh waktu ekstra untuk mempelajari sesuatu, termasuk belajar mendengar. Ketika suara diubah menjadi stimulasi elektrik yang dihantarkan ke otaknya oleh implan koklea, otak Ubii juga perlu bekerja sama untuk mengidentifikasi suara tersebut, men-decode, dan memprosesnya. Saat otaknya pun bermasalah, tentu saya perlu tau diri untuk meletakkan ekspektasi kan..? :'))
Q: Kalau belum tentu bisa berhasil, kenapa mau mengusahakan implan koklea?
A: Untuk biaya yang nggak sedikit ini, Ubii dibantu sekali oleh eyang-eyang nya. So, maybe let's just simply call it grandpa and grandma's love.. Untuk 'pengorbanan' yang lain memang nggak gampang. Adit harus resign dari kantornya di Jogja -yang padahal saya tau Adit nyaman banget kerja di sana. Pindahan ke kota besar padahal saya nggak suka kemacetan kayak gini. Ribet cari dokter dan terapis baru di kota baru (yang harganya 2x lipat). Dan yang paling bikin saya merasa campur aduk -antara capek, guilty, emosian- karena saya capek-capek begini saat hamil Aditson (nggak dipanggil Utun lagi berhubung udah pasti cowok - sekilas info). Rasanya kayak nggak adil buat Aditson. Nggak jarang telat makan karena masih di RS. Nggak jarang perut kenceng banget karena capek gendongin Ubii. Tapi, kalau ditanya 'kenapa' mungkin ini jawabannya, mengutip sedikit penggalan lagu The Spirit Carries On - Dream Theater:
If I die tomorrow,
I'd be alright
Because I believe
We've done everything we possibly could
For Ubii
For letting her experience
Her own journey to sounds
Ini video Ubii saat alatnya yang kiri di switch on (switch on nya satu-satu biar nggak kaget-kaget amat). Versi lebih lengkap dari yang pernah saya upload di Instagram karena di Instagram kan cuman 15 detik. By the way, follow Instagram saya yah: @grace.melia - HUAHAHAHA promosi diri sekelibat.
Lalu satu lagi saat Ubii sudah mulai bisa ketawa-ketiwi dan alatnya sudah switch on dua-dua nya.
Tuh kan sudah ketawa. Yah, walau masih selang-seling ketawa-nangis-ketawa-nangis sih. Bueheheh. Semangat untuk kita semua yah ^___^
***
Cerita-cerita sebelumnya:
- Ujian Bernama Implan Koklea
- Persiapan Sebelum Operasi Implan Koklea (part 1)
- Hijrah ke Jakarta
- Persiapan Sebelum Operasi Implan Koklea (part 2)
- Sehari Sebelum Operasi Implan Koklea
- Ubii Akan Operasi Implan Koklea (blog Ubii - dokumentasi foto)
- Operasi Implan Koklea untuk Anakku, Aubrey Naiym Kayacinta (Hari-H operasi)
- Operasi Implan Koklea Ubii (blog Ubii - dokumentasi foto)
- H+1 Pasca Operasi Implan Koklea
- Setelah Ubii Operasi Implan Koklea (blog Ubii - dokumentasi foto H+2, H+3, H+4)
- Lepas Perban Bekas Jahitan Implan Koklea
***
Alhamdulillah, sudah ada respon ya Ubii... sehat-sehat terus yaa biar nanti bisa main bareng sama Aditson... wah senengnya dengan panggilan baru ^_^
ReplyDeleteHehehe, Papinya yang kasih nickname ituh, Mak >.<
DeleteMbak grace, boleh tau nggak berapa biaya keseluruhan memasang implan nya ? saya juga baru tau anak saya nggk bisa mendengar setelah melalui test di AURIS Padang. karena udah usia 1 tahun , nggak kenal namanya. bicara juga belum bisa.pada usia 8 bulaqn udah heran, tapi saya nganggap karena dia lahir prematur, jadi dimaklumin aja nggak nengok pas dipanggil namanya. tapi setelah 1 tahun, jadi cemas dan disarankan sama dokter di klinik tumbuh kembang anak utk periksa. ternyata hasilnya Oh My God, serasa nggak percaya. ternyata anak saya nggak bisa mendengar sama sekali waktu test sampai 100 dB. rencana besok konsul k THT, dan rencana mau pasang Alat bantu dengar saja, karena saya seorang PNS, dan dmenurut mbak pasang implan itu
Deleteditanggung BPJS ya ? operasinya saja atau sama device sekalian ? jadi saya mau tau harga device nya berapa klo seandainya biaya operasinya di tanggung BPJS , makasih mbak....
This comment has been removed by the author.
DeleteAlhamdulillah, semua proses awal berjalan lancar. Mudah2an seterusnya dunia Ubii semakin indah dgn alat ini. Apapun itu, just do the best and God will do the rest.
ReplyDeleteSemangat Mami Ubii ^_^
AMIN AMIN AMIN. True! Let God do the rest :')) Semangaaatt!
Deletesemoga selalu di beri kelancanran untuk semua usaha mami grace dan keluarga untuk mbri yang terbaik bagi ubii....sepakat dengan lagunya ...do the best ya mak untuk anak dan keluarga kita
ReplyDeleteAminnnn. Makasih doanya ya, Mak Rina. Yap yap, setuju :'))
DeleteAaaaaah seneng banget liatnya ubii skr dunianya ga sunyi lagi. Keren emang kalian berdua grace dan suami. Semoga ubii sehat selalu yaaaah
ReplyDeleteAminn, makasih doanya, Mama Marwah :))
DeleteIkut seneng dan terharu liatnya. Sehat terus dan tambah pinter ya , nak...
ReplyDeleteAmin, makasih tanteee :))
DeleteJadi tauuuu aku implan koklea itu seperti apa. semangat ya Ubi, semangat jg buat maminya, buat dd aditson yang kuat yaaaaa.
ReplyDeleteInsya Allah semuanya berjalan dengan baik.
Adit gak disemangatin, teh Melly? LOL
DeleteAlhamdulillah.. ikut senang, Ubii memang kayacinta ya... banyak do'a juga buat kesehatan Ubii... semangat mami Gesiiiii
ReplyDeleteAmiinn Kayacinta nyaaaaaaa. Makasih Mak Orin :))
Deletesemangaaat Ubiii kembali ceria ya mami Gess :)sun gemez buat Ubii :)
ReplyDeleteSun gemez balik kata Ubii :D
DeleteTuhan memberkati org yg menciptakan alat implan ini :) .. Dan terharuuu bgt nonton videonya :')
ReplyDeleteIya bangeett, aku juga mikir gitu. Hebat banget yaa :'))
Deletesetuju sama komen mb fanny. orang yg bikin alat-alat berguna seperti ini sungguh berjasa. semoga Ubii menikmati prosesnya ya dan bisa mencapai tahap-tahap selanjutnya dengan baik. aaamiiin.
ReplyDeleteAmiiinn, makasih doanya, Mak :)
DeleteAlhamdulillah... Ubii...semoga semua lancar... Terus semangat ya Nak... :)
ReplyDeleteSemangat selaluuuuu ^^
DeleteUbii hebat. semoga lancar ya proses-prosesnya
ReplyDeleteAmiinnn, makasih doanya, Mak :)
Deletesemangaaat cantiiik...explore the world, conquer it...and enjoy the process, no matter how hard and challenging things are...peluuuk
ReplyDeleteExplore the world - yes, she will! Hopefully, sooonnnnnn. I really wanna see her do thaaaattt. Makasih supportnya, Maaakk Iiinn :))
DeleteAlhamdulillah, ubii sayang keliatan hepi banget, semoga dimudahkan semuanya ya gesi..kalian berdua ortu hebat...
ReplyDeleteAmin doanya, maacih yaaa, Mak Dedew :*
DeleteTerharu banget ngikuti ceritanya. Unlimited & unconditional love dr mamah papah eyang2 ubii. Semoga Ubii enjoy dg suara2 yg akan makin banyak didengar :)
ReplyDeleteAmiiinnn doanya. PR banget deh itu. Makasih ya, Mak Lusiiii :***
DeleteSemoga Ubiisemakin membaik ya, Grace. Tuhan memberikan kita ujian, namun Tuhan juga selalu menawarkan harapan dan impian bagi mereka yang mau berusaha. Jaga kondisimu dan Adit. Doaku untuk kalian sekeluarga. Big hug
ReplyDeleteMakasih supportnya, Mak Popon. Big hug too. Semoga bisa kupdar-kupdar yaa :))
DeleteAlhamdulilah.Terharuuu...
ReplyDeleteAlhamdulillaaah :)
Deleteterharu & bahagia rasanya Ubi alatnya sudah switc on, sabar ya untuk semuanya
ReplyDeleteNah, itu itu. SABAR. Jadi PR banget. Makasih dah diingetin, Mak Lid :))
Deleteubiiii gesiiii adiitttt...aku nangissssssssss....
ReplyDeletesungguh aku tahu rasanya berjuang untuk sehat. sungguh aku tahu rasanya mengeluarkan uang yang tidak sedikit, perjalanan yang tidak sebentar, kelelahan, kejenuhan, penantian panjang untuk bisa sehat.
tapi tahu anak kita bisa mendengar, usaha yang kamu lakukan ini membuat aku mewek semewek meweknya. kalian bertiga HEBAAAATTTTT!!!! I adore you three so much, saya belajar dari kalian untuk tetap semangat dan pantang menyerah dalam menjalani kehidupan.
Ubii sayang.. sehat terus ya nak!
cium dan peluk sayang dari keluarga kami di Bandung!
Ini komennya sukses bikin aku mewek loh, Kak Ayu T___T
Deletempe nangis ntn videony karena terharu liat ubi.. semangat ya sayang, sehat sll buat ubi, mami grace, papi adit n aditson.. you're the best..gbu
ReplyDeleteMakasih doanya, Mba. AMIN. God bless you, too :))
Deletempe nangis ntn videony karena terharu liat ubi.. semangat ya sayang, sehat sll buat ubi, mami grace, papi adit n aditson.. you're the best..gbu
ReplyDeleteSenengnya, moga cepet sehat ya
ReplyDeleteTerharu campur aduk. Ubii kuatttt, bersyukur punya keluarga terutama mami papi yang luar biasa. Kita selalu doakan yang terbaik untuk Ubii. We love you sweet little princess :*
ReplyDeletejenong, jujur ya aku salut banget sama perjuangan kalia demi ubi. aku terharu dan tertohok kenapa aku nggak bisa bersyukur dikasih kesempurnaan bahkan aku selalu minta sama Tuhan kalau anakku ini bisa lahir sempurna tanpa cacat satu apapun. andai aku ada di posisi kamu dengan ubi yang seperti itu aku nggak yakin bisa sekuat kamu. aku percaya nggak ada pengorbanan yang sia-sia, dan aku percaya klau nantinya ubi bisa bicara sekalipun maaf sedikit kurang jelas pengucapannya, ya mungkin gagu (sory to say that jenong). ubi akan bangga memiliki orang tua seperti kamu dan adit. doaku terbaik buat kamu dan ubi dan keluargamu ya jenong. lihat videonya aja aku nangis.hiks jdi pengen ketemu ubi nih..ubi,,,salam dari dedeknya tante nih.....:) semangat ya
ReplyDeleteTerharu.. Bahagia.. Pelan-pelan ya Ubii.. Nanti waktu adik lahir Ubii bisa belajar mendengar dan bicara bersama adik.
ReplyDeleteMasya Allah...
ReplyDeletesaya salut sama kalian sekeluarga.. Ubi.. Grace juga suami (papa ubii)
luar biasa sekali... saya sampe spechless liat reaksi yang muncul dari ubii..
semoga proses ini berbuah manis. sehingga catatan2 ubii selalu menginspirasi semangat para ibu2 lainnya..
semangat yaaaaa ....
Semangat terus ya mba dan ubii.. :)
ReplyDeleteMudah mudahan kelak bisa ketemu lgs sama mba dan ubi
Terharu bacanya...sehat trs ya ubi...gd yang gak mungkin...bismillah ubi bisa!!!
ReplyDeleteMbak Gesi, kayaknya sampean sendiri deh yang punya ide buat nempelin magnet kulkas. :p Aku aja gak kepikiran. XD
ReplyDeleteSelamat ya Ubii.. Semoga Ubii bisa makin berkembang baik. Doa aunty yang terbaik untukmu :*
Bangeeett, ci Paulaaaaa. Makasih yaaa :)
ReplyDeleteHiii mama ubii... Proud bgt buat semangat ubii.. Kemarin juga anak kami gzifa abis implan di rscm.. Mdh2n bisa ketemu ubii.. Dari jogja with love
ReplyDeleteIkut seneng dengernya, semoga :)
ReplyDeleteSemangat ya Ubii..!!
ReplyDeleteMoga besok Zaka juga bisa pasang Koklea Implan kaya Ubii.
Ke RSCM bgmn porsedurnya bu, apa kita melalui PT. ABDI lalu disarankan ke RSCM, atau sebaliknya dari RSCM menyarankan ke PT. ABDI? Makasih
ReplyDeleteSalam mami ubi, salut utk perjuangan nya bagi kehidupan senormal mungkin buat ubi...menginspirasi sekali buat saya yg anak ke 3 saya baru terdeteksi juga hearing loss gangguan sampai 105db, serangkaian tes dan upaya akan mulai dilakukan mulai kmrn per tgl 14 nov 2016, doakan kami bisa se ikhlas dan sabar kalian mamp-papi ubi menjalaninya yaa...hugs utk ubi n aditson...
ReplyDelete